5 Burung Cantik dan Langka Di Indonesia Dari Family Trogonidae



Trogon merupakan salah satu spesies yang berasal dari family Trogonidae yang memiliki 39 spesies di dunia dan terdapat 9 spesies yang berada di Indonesia. Burung pemakan serangga ini merupakan hewan yang enggan terbang jauh, ia juga tidak melakukan migrasi, meskipun beberapa spesies melakukan gerakan lokal parsial.

Trogon sendiri memiliki ciri khas yaitu memiliki bulu yang beraneka warna-warni, dengan bulu jantan dan betina yang khas, lalu mereka merupakan satu-satunya jenis hewan dengan susunan jari kaki heterodactyl dan mereka dapat ditemukan di batang pohon yang berlubang, karena disitu merupakan tempat yang bagus untuk menyimpan telur.

 Lalu, Inilah 5 Jenis Trogon Yang Berada Di Indonesia 

1. Luntur Jawa (Apalharpactes reindwardtii)


Luntur Jawa memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari luntur Sumatera. Panjang keseluruhan tubuhnya dapat mencapai 34 cm. Ia memiliki lingkaran berwarna biru dibagian mata, tubuh bagian atas berwarna hijau mengkilap kebiruaan, bulu ekor biru mengkilap keijauan dan tiga bulu samping memiliki tepi putih dengan ujung lebar berwarna putih. Tubuh bagian bawah berwarna kuning dan terdapat pita hijau muda di bagian dada atas. Luntur Jawa merupakan burung endemik Jawa Barat dan mempunyai status Terancam (EN).

2. Luntur Sumatera (Apalharpactes mackloti)


Luntur Sumatera merupakan burung endemik dari Sumatera. burung dari family Trogonidae ini biasa di panggil dengan nama Trogon ekor biru. Luntur Sumatera merupakan spesies yang hidup di daerah pegunungan atau dataran tinggi.

Warna bulu yang khas terdiri dari warna biru gelap, abu-abu, kuning dan merah. pada bagian dorsal hingga ekor tampak ada penggabungan warna antara biru, merah hijau dan bagian ekor biru (yang menjadi ciri khas Luntur Sumatera). Sedangkan bagian sayap seperti ciri khas Trogon kebanyakan, yaitu terdapat warna abu-abu dan di bagian mata memiliki warna biru yang membentuk lingkaran serta paruh berwarna merah.

3. Luntur Harimau (Harpactes oreskios)



Spesies ini biasa hidup di dataran tinggi yang berkisar antara 300-1500 m di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Spesies ini memiliki warna yang lebih mencolok dimana ia memiliki warna yang khas yaitu bagian dorsal/punggu memiliki warna orange menyala, seperti warna kulit harimau, terdapat juga garis hitam dibagian bawah ekor yang merupakan salah satu ciri khas dari spesies ini, dengan kepala berwarna kuning kehijauan, lingkaran biru disekitar mata dan juga paruh berwarna biru gelap. Lalu bagian depan terutama dada hingga ekor terdapat warna orange, kuning kehijauaan serta putih dibagian depan ekor.

4. Luntur Kasumba (Harpactes Kasumba)



Luntur Kasumba merupakan spesies yang hidup di dataran tinggi sekitar 600 mdpl. Burung ini dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. namun, karena banyak terjadinya kerusakan di hutan primer keberadaan mereka pun jarang ditemukan.

Luntur Kasumba memiliki panjang tubuh 33 cm serta memiliki kepala berwarna hitam. Bagian matanya terdapat garis biru membentuk huruf "V" yang menyelubungi bagian depan kepala layaknya kacamata, lalu dibagian belakang ujung kepala terdapat bulu/jambul yang berwarna merah menyala. Bagian punggu hingga ekor memiliki warna orange sedikit kecoklatan serta di akhiri dengan warna hitam dibagian ujung ekor. Sedangkan dibagian depan terutama dada memiliki warna merah menyala dengan kalung seperti bulan sabit yang berwarna putih dan kaki berwarna biru.

5. Luntur Diard (Harpactes diardii)



Spesies ini dapat ditemukan di Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura danThailand. Luntur Diard menyukai tempat yang lembab, seperti halnya hutan tropis. Namun sayangnya habitat primer dari spesies ini terancam akan hilang. Ciri-ciri dari spesies ini ialah, Diard jantan memiliki kepala berwarna hitam kemerahan dan bagian dada terdapat garis berwarna merah muda. Lalu bagian dada hingga perbatasan ekor berwarna merah terang. Sedangkan bagian punggung berwarna orange. Betina memiliki kepala berwarna coklat dan bagian dada hingga ekor berwarna coklat bercampur dengan merah. warna kesuluhan betina di dominasi coklat keemasan. Waktu berkembang biak Diard berkisar antara februari hingga agustus. 


ITULAH JENIS BURUNG TERCANTIK DARI KELUARGA Trogonidae. SEMOGA DAPAT MENAMBAH WAWASAN ANDA SEMUA. :)


Reference :
https://id.wikipedia.org/wiki/Luntur_jawa
https://gado2ceritaku.blogspot.com/2017/01/mengenal-burung-luntur-sumatera-yang-dilindungi.html
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Apalharpactes_mackloti-20040821.jpg
https://biodiversitywarriors.org/m/katalog.php?idj=2224
https://www.jalaksuren.net/burung-luntur-jawa/
https://sains.kompas.com/read/2009/07/15/16483778/luntur.kasumba.si.burung.berkalung
https://en.wikipedia.org/wiki/Diard%27s_trogon
http://orientalbirdimages.org/birdimages.php?action=birdspecies&Bird_ID=351&Bird_Image_ID=28914&Bird_Family_ID=73
https://id.pinterest.com/pin/400046379379701217/?lp=true

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Orangutan Sumatra (Pongo abelii) dengan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus)

Pemalu Namun Liar Asian Golden Cat (Catopuma temminckii)